Posted by jejak on Oct 14, 2011 in Photography | 8 comments
Kenapa dinamakan "Light Painting"? Karena kita memang melukis, tapi alat untuk melukis kali ini bukan kuas dan cat melainkan lampu senter, flash atau lainnya yang bisa menghasilkan cahaya. Teknik ini menggunakan cahaya sebagai objek utama pada foto. Cahaya yang dimaksud bukan cahaya matahari, tetapi cahaya yang bisa berasal dari lampu senter atau apapun yang bisa menghasilkan cahaya dan mudah digerakan. Tentunya, teknik ini dilakukan dalam ruang yang minim cahaya sehingga hanya cahaya dari lampu senter atau semacamnya yang nampak jelas.
Di lihat dari sejarahnya, teknik Light Painting ini pertama kali dilakukan oleh seorang bernama Man Ray pada tahun 1935 (berikut sumber yang saya baca: www.smithsonianmag.com). Ia lahir di Emmanuel Radnistky, Philadelphia pada tahun 1890 tetapi banyak menghabiskan masa mudanya di Williamsburg, Brooklyn. Pada tahun 1935, Man Ray membuka shutter kameranya, duduk di depan kamera lalu menggunakan senter untuk menciptakan serangkaian bentuk swirls dan loops.
Oke, kembali ke teknik light painging yang sudah saya buat. Untuk menciptakan efek ini, lagi-lagi kita memerlukan kamera digital, namun kali ini menggunakan kamera yang memiliki pengatur shutter speed. Lalu untuk light painting ini disarankan menggunakan tripod karena kamera benar-benar tidak boleh goyang atau bergerak sedikit pun agar efek yang dihasilkan sempurna. Tentunya kita memerlukan satu atau beberapa lampu senter untuk melukis. Dan pastikan proses pengambilan efek ini dilakukan pada ruangan yang cukup gelap.
Setelah semua perlengkapan tersedia, maka mari kita mulai bereksperimen dengan lukisan cahaya. Pertama, atur shutter speed kamera pada posisi maksimal atau bisa gunakan BULB jika kameranya memiliki fitur tersebut. Jangan lupa menentukan jarak fokus objeknya. Pastikan kamera sudah terpasang di atas tripod sebelum anda mengatur jarak fokus. Jika terlalu gelap, anda bisa mengambil titik fokus dari sumber cahaya yang akan dijadikan objek light painting. Anda bisa mengatur shutter speed pada kondisi optimal untuk memastikan jarak fokusnya.
Jika shutter speed diset maksimal, sebaliknya atur diafragma semakin kecil dan sesuaikan dengan tingkat gelap ruangan. Nah semua sudah di atur, maka saatnya kita melukis. Jangan lupa tekan shutternya ya ;)
Buatlah lukisan apapun dengan senter yang anda gunakan. Anda juga bisa menggunakan beberapa senter dengan warna yang berbeda agar lebih menarik. Sudah siap untuk mencoba? Boleh di share kesini jika anda sudah mencobanya ya. Seperti ini contoh lain dari yang saya buat:
dan ini..
lalu ini..
ada lagi ni..
terus ini deh..
Makasi ya buat paman Loe, Irsan dan mb Lala yang udah ikut seru-seruan. Sebenernya masi banyak lagi sih hasil corat-coret nya.
8 Responses to Light Painting Photography
hahahahahahahahahhahahahahaaaaaa..... seru ya... lagi yuk dong
hayuuuu, tama ni omdo. katanya mau bawa kameranya juga. ah..
hayuuuu, tama ni omdo. katanya mau bawa kameranya juga. ah..
yu deh..besok...
wah, mantab... bagi para fotografer ini mungkin terlihat biasa.
iya, fotografer pastinya ga asing sama yang begituan ;) ini cm keisengan di sela2 jam kantor aja tu.
Fell out of bed feeling down. This has brihgtneed my day!
Grazi for miankg it nice and EZ.